Posted by: kringsmi | May 1, 2008

Sejarah Rosario

by Dewi Hendra

Kata Rosario berasal dari bahasa Latin, rosarium,artinya “kebun bunga.” Di dalam Kidung Agung, Kitab Suci umat Yahudi, di tulis tentang seorang wanita cantik yang tinggal di sebuah kebun. Ia digambarkan sebagai “bunga mawar dari Saron,bunga bakung di lembah-lembah” (Kidung Agung 2:1}.

Bagi umat Kristen, bait ini dan seluruh Kidung Agung melambangkan cinta pasangan pengantin, antara Kristus dan umatNya. Maka, wanita itu diyakini sebagai Perawan Maria, sementara yang dimaksud dengan kebun keabadian adalah kebun mawar dari Bunda Maria. Hubungan antara mawar dan kebun mawar dengan Maria semakin menunjukkan maknanya dalam tradisi umat Katolik dalam abad ke-12, melalui tulisan Bernard dari Clairvaux dan ordonya Benediktin.

Tak ada tanggal pasti tentang asal mula Rosario. Menentukan titik awal perkiraan dari devosi ini sangat tergantung dari cara kita mendefinisikannya. Bila kita memahami Rosario sebagai rangkaian manik-manik yang digunakan untuk menghitung doa, maka awalnya jauh sebelum kelahiran Kristus, yaitu abad 9 SM, ketika bangsa Hindu mulai menggunakan manik-manik untuk berdoa. Besar kemungkinan umat Kristen pertama memunculkan metode seperti manik-manik untuk menghitung doa pada awal-awal Desert Fathers,mereka yang melarikan diri ke gurun pasir pada abad ketiga untuk berdoa tanpa henti agar dapat mencapai kesucian spiritual. Tahun-tahun berlalu, metode penghitungan pun menjadi semakin canggih. Pada abad kesebelas, para penganut agama dan awam yang saleh lazim membawa rangkaian manik atau tali yang disimpulkan yang disebut “paternoster”.

Doa yang diucapkan dalam Rosario berkembang selaras dengan penggunaan paternoster. Dengan semakin berkembangnya devosi kepada Yesus dan Maria pada abad kesebelas dan dua belas, maka doa Bapa Kami (Pater Noster) dan Salam Maria (Ave) dilambungkan oleh para awam sebagai pengganti Mazmur bahasa Latin. Sementara itu, kalimat-kalimat yang digunakan mengacu pada kehidupan Yesus dan Maria yang selanjutnya dikembangkan menjadi peristiwa, diselipkan di antara doa, sehingga tercipta suatu kerangka atau konteks yang sesuai.

Beberapa abad sesudahnya, setelah sebagian terbesar doa berkembang, dan orang menggunakan manik-manik untuk doa ini, peristiwa muncul dalam bentuk yang sekarang kita kenal. Adalah Dominic dari Prussia, rabbi dari ordo yang didirikan oleh Santo Bruno pada awal abad kelima belas, menulis sebanyak lima puluh meditasi- pernyataan iman Kristiani yang disebut clausulae- satu untuk masing-masing dari kelima puluh Ave. Akhirnya clausulae dan Ave dikelompokkan dalam puluhan, setiap puluhan dimulai dengan Bapa Kami.

Persetujuan Gereja tentang Rosario atau setidaknya pengakuan secara resmi dinyatakan pada tahun 1571, atas jasa para Dominikan dan pembentukan Persaudaraan Rosario. Persaudaraan Rosario ini menerbitkan buku tentang Rosario yang berhasil membuatnya dikenal. Paus Pius V dan Leo XIII adalah tokoh-tokoh penting dalam mempromosikan Rosario.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: