Posted by: kringsmi | May 1, 2008

Syaloom

Pembaca terkasih untuk edisi kali ini salam perpisahan kami berikan satu artikel mengenai doa, yang mungkin bisa membuat doa kita terutama di bulan Rosario ini lebih bermakna,


Doa by Bayu Wicaksono


Doa adalah memanjatkan hati dan pikiran kita kepada Allah untuk berkomunikasi dengan-Nya. Kita harus berdoa karena:
a. untuk menyembah Allah, untuk berkata kepada-Nya bahwa Dialah yang menciptakan kita dan bahwa kita bergantung dalam segala hal kepada-Nya.

b. untuk berterima kasih kepada Allah atas segala rahmat karunia yang telah diberikan-Nya kepada kita.

c. untuk meminta ampun dari Allah atas dosa-dosa kita.

d. untuk meminta pertolongan Allah dalam segala hal.

Kapankah kita harus berdoa? Setiap hari, khususnya pada waktu:
a. pada pagi hari, untuk mempersembahkan hari ini kepada Allah dan meminta pertolongan-Nya dalam menghadapi godaan-godaan hari ini.
b. sepanjang hari, terutama ketika ada godaan.
c. pada malam hari, untuk berterimakasih kepada Allah atas berkat karunia pada hari itu dan untuk meminta ampun kepada-Nya atas dosa-dosa yang telah kita lakukan pada hari itu.
d. sebelum dan setelah makan.

Apakah Allah selalu mendengar doa-doa kita? Ya, tetapi Dia tidak selalu memberikan apa yang kita minta, karena kita tidak selalu tahu apa yang terbaik bagi kita dan kadang-kadang kita meminta hal-hal yang bisa berakibat buruk bagi diri kita.

Selain doa-doa seperti Bapa Kami dan Salam Maria, kita mesti sering berdoa langsung dari hari kita dengan kata-kata kita sendiri. Doa-doa kita yang terbaik seringkali dilakukan bahkan tanpa mengejawantahkan pikiran-pikiran kita dalam kata-kata. Ini disebut “berdoa dalam kata-katamu sendiri tanpa kata-kata”. Sebutan lain bagi hal ini adalah doa pikiran atau meditasi. Berdoa dengan cara ini barang lima-belas atau dua-puluh menit setiap hari adalah salah satu cara yang terbaik untuk membangun persahabatan dengan Tuhan kita.

Amat baik untuk berdoa di siang hari dengan doa-doa singkat, seperti “Yesus, aku mengasihimu.” “Ya Tuhan, saya mempersembahkan pekerjaan saya saat ini bagi dosa-dosa saya,” “Ya Yesus, kasihanilah.”

Tidak harus berlutut pada waktu berdoa, akan tetapi dengan sambil berlutut, ini bisa membantu menciptakan sikap perilaku dan semangat doa yang sesuai pada waktu berdoa, terutama pada waktu doa pagi dan doa malam.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: