Posted by: kringsmi | July 1, 2008

Just For Wishfull Thinking

Harga Sebuah Mujizat

Sally baru berumur 8 tahun, saat ia mendengar ayah dan ibunya berbicara tentang adiknya, Georgi, yang sedang sakit keras dan mereka telah melakukan segala cara sebatas kemampuan untuk mengobatinya.Hanya tinggal operasi yang sangat, sangat mahal yang dapat membantu adiknya dan itu sangat sukar karena keterbatasan keuangan keluarga Sally. Sally mendengar ayahnya berbisik dengan putus asa, “Hanya tinggal mujizat yang dapat menyelamatkan Georgi.”

Sally kembali ke ruang tidurnya dan mengambil tabungan dari tempat ia menyembunyikannya. Ia mengeluarkan semua uang receh yang ada danmenghitungnya dengan seksama.Tiga kali ia menghitung karena jumlahnya harus benar-benar tepat.Tidak bisa ada kemungkinan berbuat salah.Ia membungkus uang receh itu dalam sapu tangannya, lalu ia menyelinap keluar dari rumah dan menuju ke apotik terdekat. Sally menunggu dengan sabar sampai apoteker dapat memberi perhatian padanya, tetapi apoteker sedang sibuk bicara dengan seorang yang perlente, dia itu tidak mau direpotkan oleh seorang anak umur 8 tahun
Sally menggesekkan kakinya dilantai serta berdehem beberapa kali untuk menarik perhatian, tidak ada hasilnya. Lalu ia mengambil sekeping uang receh dari bungkusan sapu tangan danmemukulkannya pada konter kaca. Tindakan itu berhasil. “Dan apa yang kau kehendaki?”, apoteker itu bertanya dengan nada suara yang tinggi karena merasa terganggu. “Aku hendak berbicara dengan Bapak mengenai saudaraku,” jawab Sally dengan nada suara yang juga tinggi. “Saudaraku sakit….. dan aku mau membeli suatu mujizat.”. “Ayahku berkata hanya sebuah mujizat yang dapat menyelamatkan adikkusekarang ini, maka berapa harga sebuah mukjizat?” , “Maafkan aku,” kata apoteker itu.”Disini kami tidak menjual mujizat, gadis kecil. Aku tidak dapat membantumu.” “Dengar, aku mempunyai uang untuk membayarnya. Hanya katakan saja padaku berapa harga mujizat itu?” Orang perlente itu membungkuk dan bertanya,”Apa mujizat yang dibutuhkan adikmu itu?” “Aku tidak tahu,” jawab Sally. Sebutir airmata mulai mengalir dari matanya. “Aku hanya tahu adikku sakit keras dan ibu mengatakan dia perlu dioperasi. Tetapi keluargaku tidak mampu untuk membiayainya, tetapi aku mempunyai uangku sendiri.” “Berapa uang yang kaumiliki?”, tanya orang perlente itu. “Satu dollar dan sebelas sen,” jawab Sally dengan bangga. “Dan itu adalah semuanya yang kumiliki di dunia ini.” “Tentu, ini suatu kebetulan,” jawab orang perlente sambil tersenyum. “Satu dolar dan sebelas sen, harga yang tepat untuk sebuah mujizat untuk menolong seorang adik.”
Ia mengambil uang Sally dengan satu tangan, sambil tangan lain menggapaitangan Sally sambil berkata “Bawalah aku ke rumahmu. Aku ingin melihat adikmu dan berjumpa dengan kedua orang tuamu.” Orang perlente itu adalah Dr. Carlton Armstrong, ahli bedah yang ternama dan mengkhususkan diri dalam penyakit Georgi. Operasi dilakukan tanpa biaya dan tidak lama kemudian Georgi pulangkembali ke rumah dan berangsur mulai sembuh.
Ayah dan ibu Sally berbicara dengan bahagia tentang rangkaian peristiwa-peristiwa sehingga itu semua terjadi. “Operasi itu,'” bisik ibu.”Bagaikan mujizat. Aku sebenarnya ingin tahu berapa biaya operasi itu sesungguhnya” Sally tersenyum sendiri. Ia mengetahui berapa harga sebuah mujizat, satu dolar dan sebelas sen ditambah iman seorang gadis kecil.

Disadur dari “Faith is: A Fantastic Adventure In Trusting Him”

God Bless “Faith shines the strongest in chaos”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: