Posted by: kringsmi | September 1, 2008

Greetings

Salam Damai dalam Kristus,

Pembaca terkasih adalah satu cerita di mana 3 orang anak sedang mengikuti lomba Olimpiade Matematika di sekolahnya. Sebelum lomba di mulai salah seorang anak tampak berdoa dengan khusyuk. Setelah lomba berakhir ternyata anak yang berdoa sebelum lomba itu keluar sebagai pemenang. Salah seorang temannya bertanya, ”Tadi sebelum berlomba kamu berdoa supaya menang ya?” Anak itu menjawab ,”Tidak ! saya berdoa kepada Tuhan supaya kalau kalah saya tidak menangis.”

Memang menghadapi suatu kekalahan tidaklah mudah, terutama bila kita belum menyiapkan diri dan hati kita, merasa malu, marah dan kecewa, lalu sering kita mencari kambing hitamnya.
Tidak heran kalau kemudian kebanyakan orang yang tidak mau menerima kekalahan dan justru dapat mendorong seseorang berbuat kesalahan baru.
Lalu, bagaimana kita bersikap agar tidak tenggelam dalam kekalahan, rasa malu, marah dan kecewa?

Pertama, terimalah kekalahan sebagai bagian dari kehidupan. Jangan ulangi kesalahan yang sama dan belajarlah untuk memperbaikinya sehingga di lain waktu kita bisa berbuat lebih baik lagi.
Kedua, anggaplah suatu kekalahan sebagai sarana bagi kita untuk belajar bersikap rendah hati dan percaya kepada Tuhan bahwa apapun kejadiannya Tuhan pasti punya rencana yang lebih indah buat kita.

Kekalahan terbesar adalah ketika kita tidak bisa menerima kekalahan tersebut.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: