Posted by: kringsmi | September 1, 2008

Intermezzo

Suatu hari, seorang guru berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan.

Pertama…… “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini….????” Murid-muridnya ada yang menjawab……. “orang tua”, “guru”, “teman”, dan “kerabatnya”. Sang guru menjelaskan bahwa semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “kematian“. Sebab kematian adalah PASTI adanya.

Lalu Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan kedua…….
“Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini…???” Murid-muridnya ada yang menjawab……. “negeri Cina”, “bulan”, “matahari”, dan “bintang-bintang”. Lalu sang guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar, tetapi yang paling benar adalah “masa lalu“. Siapa pun kita, bagaimana pun kita, tetap kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu. Sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang.

Sang guru meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga……..
“Apa yang paling besar di dunia ini…???” Murid-muridnya ada yang menjawab…… “gunung”, “bumi”, dan “matahari”. Semua jawaban itu dibenarkan oleh sang guru. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “hawa nafsu“. Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya. Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian hawa nafsu duniawinya. Karena itulah kita harus hati-hati dan jangan diperbudak hawa nafsu, sehingga membawa kita kesengsaraan dunia dan akhirat.

Pertanyaan keempat….. “Apa yang paling berat di dunia ini…???” Di antara muridnya ada yang menjawab….. “baja”, “besi”, dan “gajah”. “Semua jawaban hampir benar”, kata sang guru,
”tapi yang paling berat adalah “memegang amanah“”.

Pertanyaan yang kelima adalah… “Apa yang paling ringan di dunia ini…???” Ada yang menjawab “kapas”, “angin”, “debu”, dan “daun-daunan”. “Semua itu benar”, kata sang guru, ”tapi yang paling ringan di dunia ini adalah “meninggalkan ibadah“”.

Lalu pertanyaan keenam ……… “Apakah yang paling tajam di dunia ini…???” Murid-muridnya menjawab dengan serentak….. “PEDANG…!!!” ”(Hampir) benar”, kata sang guru, ”tetapi yang paling tajam adalah “lidah manusia“”. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan siapa pun termasuk saudaranya sendiri.

Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan kematian, senantiasa belajar dari masa lalu dan tidak memperturutkan hawa nafsu ??? Sudahkah kita mampu mengemban amanah sekecil apapun.dengan tidak meninggalkan ibadah serta senantiasa menjaga lidah kita???
Semoga.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: